Film M.B.A Gambaran Kehidupan Remaja Tanpa Arah

film19841bFilm M.B.A (Married By Accident) yang sudah tayang serentak di bioskop mulai 4 Desember 2008, berceritakan tentang dua orang remaja SMA Ole dan Raskal yang nekad melakukan hubungan seks diluar nikah, karena terpengaruh godaan teman sepergaulan mereka, hingga terjadilah hal yang sangat tidak diinginkan yaitu kehamilan diluar nikah.

Kemudian dua remaja ini berusaha untuk menggugurkan bayi yang ada dalam kandungan, namun niat mereka ini diurungkan karena melihat dampak aborsi di tempat praktek dokter yang mereka kunjungi. Setelah itu mereka sepakat untuk memelihara si calon bayi secara sembunyi-sembunyi, namun usaha menyembunyikan kehamilan ini ternyata ketahuan oleh orang tua mereka.

Film ini merupakan sedikit gambaran kehidupan remaja yang ada di negeri ini sekarang, entah itu di perkotaan bahkan di pedesaan, sama saja. Dalam pikiran mereka, masa remaja hanya digunakan untuk mencari pasangan, pacaran, hura-hura, dugem, pesta, dan lainnya, sedikit sekali yang melakukan diluar hal-hal tersebut. Selalu mengambil mentah-mentah hal-hal baru yang masuk dari Barat, mulai dari cara berpakaian, cara bergaul dengan teman dan orang tua mereka, sampai pada cara mengambil keputusan yang hanya berdasar pada materi, tanpa mempertimbangkan secara jernih apakah hal tersebut sesuai dengan dengan diri mereka, sesuai dengan tujuan hidup mereka, dan apakah sesuai dengan keIslaman yang mereka anut.  Padahal remaja adalah generasi penerus penentu seperti apa bangsa dan ummat ini kedepan.

Usia remaja memang usia yang penuh dengan semangat, gairah, dan rasa keingintahuan yang besar, pertanyaannya kearah mana potensi besar ini diarahkan? Sudah seharusnya dengan potensi seperti ini menjadikan seorang remaja dapat lebih berkiprah dalam memajukan kehidupan ini. Tidak sedikit remaja yang berhasil meraih prestasi gemilang, bahkan sampai menghasilkan satu penemuan cemerlang yang belum pernah ditemukan sebelumnya, seperti terjadi di Banjarmasin seorang remaja berhasil merobah getah menjadi minyak tanah. Namun sayangnya hal seperti ini tidak terlalu/kalah ekspos dibanding kampanye hidup bebas yang di lancarkan berbagai media di negeri ini.

Kehidupan yang  bersifat bebas tanpa arah hanya menghantarkan penganutnya pada kesengsaraan dan penyesalan dikemudian hari, di dunia maupun di akhirat.

Oleh karena itu sudah saatnya bagi Anda para remaja, para pemuda, para orangtua, dan para pendidik ummat untuk mengarahkan kehidupan sesuai dengan ikrar yang telah Anda ucapkan lima kali sehari pada waktu shalat; Innashalati wanusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahirabbi’alamin (Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku Adalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam).

Karena hidup adalah perjuangan, perjuangan untuk mendapatkan ridho Allah Swt, dengan menjalankan segala perintah dan meninggalkan segala larangannya yang dicontohkan Rasulullah Muhammad Saw, dan tercantum dalam dkitab suci Al Quran.

Download PDF

Iklan

BHP Perguruan Tinggi VS Mall

Apa bedanya Perguruan Tinggi dengan Mall? Banyak!!! Diantaranya Mall adalah tempat para pedagang yang menempati kios untuk memajang produk-produk yang mereka jual, mulai dari barang murah meriah seperti accessories, sampai barang extra mahal seperti televise LCD keluaran terbaru. Sementara Perguruan Tinggi adalah tempat para dosen mengajar yang terbagi ke dalam beberapa fakultas.

Apalagi bedanya? Perguruan Tinggi dikunjungi oleh para mahasiswa yang tujuan utamanya adalah menjalani perkuliahan untuk mendapatkan pendidikan dan mendapatkan gelar, sementara Mall dikunjungi para konsumen untuk membeli sebuah atau beberapa barang, atau hanya sekedar untuk cuci mata.

Apalagi bedanya? Tentu, banyak lagi, yang jika diteruskan mungkin lebih dari 100 halaman baru selesai nulisnya.

Lalu, apa persamaan antara Perguruan Tinggi dan Mall?

Pertama; setiap Perguruan Tinggi dan Mall dalam operasional pasti menggunakan uang. Pada Perguruan Tinggi uang tersebut digunakan baik itu untuk membayar listrik, ledeng, telepon, gaji para karyawan, dan banyak lagi yang lainnya (coba Anda bayangkan sendiri), seperti itu juga pada sebuah Mall.

Kedua, semenjak disahkannya RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP) oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengaku wakil rakyat yang ada di DPR sono, maka hampir bisa dikatakan status sebuah Mall dan sebuah Perguruan Tinggi adalah sama. Mengapa? Yaa, jelas sama. Mall mendapatkan uang untuk membayar biaya operasionalnya adalah dari para konsumennya, seperti itu juga Perguruan Tinggi untuk membayar biaya operasionalnya adalah dari para konsumennya, dalam hal ini yang menjadi konsumennya adalah para mahasiswa. Artinya disini hanya mahasiswa yang mempunyai uang dengan limit yang ditentukan saja yang bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan perkualiahan. Sebagai bahan perbandingan di tempat saya dulu kuliah mulai masuk tahun 2003 saya membayar SPP sebesar Rp 524.500,- sekarang tahun 2008 pada fakultas dan jurusan yang sama SPP menjadi satu juta rupiah.

Ketiga, seiring dengan mengglobalnya dunia, dimana Mall-Mall skala internasional mulai banyak berdiri di kota-kota besar negeri ini, begitupun juga sudah mulai banyak berdiri Perguruan tinggi tingkat internasional.

Keempat, tanggung jawab Negara (pemerintah) terhadap Mall ataupun Perguruan Tinggi sangatlah minim. Jadi jangan terkejut jika suatu hari nanti ada perguruan tinggi yang dinyatakan tutup karena pailit atau bangkrut, sebab tidak mendapatkan dana yang cukup untuk biaya operasionalnya karena kekurangan mahasiswa, atau bahkan tidak mendapatkan konsumen (mahasiswa) sama sekali.

Para pembaca yang budiman, seorang manusia atau bahkan Negara dinilai baik atau jahat, maju atau terbelakang, mulia atau hina, adalah karena tindakan yang dilakukannya, kemudian setiap tindakan yang dilakukan adalah bersumber dari sebuah pemahaman yang ada dalam jiwa seorang manusia, selanjutnya pemahaman seseorang didapatkan dari sebuah pembelajaran dan pendidikan.

Oleh karena itu, pendidikan merupakan hal sangat penting bagi seorang manusia untuk dapat berkiprah dalam kehidupan dunia ini. Dan bagi sebuah Negara untuk mencapai kemajuan. Tanpa pendidikan, hanya akan menjadikan seseorang dan sebuah Negara menjadi semakin terjajah oleh yang lainnya, selalu menjadi pengikut, dan menjadi pecundang.

Karena sangat pentingnya pendidikan tersebut, maka sudah menjadi kewajiban bagi sebuah Negara untuk menyediakan akses yang mudah bagi rakyatnya untuk mendapatkan pendidikan, baik itu akses tempat, akses sarana dan prasarana, sampai pada biaya yang dikeluarkan oleh peserta didik dalam menempuh pendidikan juga harus jangan sampai mengalihkan perhatiannya dari tujuan utama mendapatkan pendidikan. Sebab bagaimana mau konsentrasi terhadap pendidikan yang ditempuh dan berhasil serta dapat mengembangkan ilmunya, jika di satu sisi harus berpikir keras untuk mencari dana agar dapat terus melanjutkan pendidikan.

Mengapa pemerintah Indonesia melepas tanggung jawabnya terhadap pendidikan melalui disahkannya UU Badan Hukum Pendidikan ini, apalagi alasannya kalau bukan menjalankan agenda Liberalisasi dan Kapitalisasi di berbagai sector termasuk pendidikan, lalu lepaslah tanggung jawab mereka terhadap pembiayaan pendidikan. Sehingga tidak memberatkan APBN, mengapa pembiayaan pendidikan memberatkan APBN, apalagi alasannya kalau bukan minimnya pemasukan pemerintah terhadap kas Negara, yang hanya bertumpu pada penerimaan pajak.

Apakah tidak mampu pemerintah Indonesia menyelenggarakan pendidikan bagi rakyatnya secara gratis?

Jangan langsung mengatakan mustahil, jika saja pemerintah mau bertindak secara berani dan mau mengambil dan mengamalkan sabda Rasulullah Muhammad SAW yang artinya:

Kaum muslimin berserikat dalam 3 hal, yaitu air, padang rumput dan api     (HR Abu Daud).

Berdasarkan hadits tersebut, maka kekayaan alam yang ada di Indonesia sudah menjadi hak bersama bagi rakyatnya, yang merupakan salah satu sumber pembiayaan terbesar yang diperoleh oleh Negara. Syariah Islam melarang negara menyerahkan pemilikan dan pengelolaan harta milik umum; air, hutan, tambang/energi kepada swasta dan asing.

Namun pada faktanya, hampir 80% tambang yang ada di Negara ini dikuasai oleh asing, dan hanya memberikan sedikit kontribusi pada Negara. Dan sayangnya sampai hari ini, selama 63 tahun merdeka, 6 kali pergantian presiden dan puluhan kali pergantian anggota DPR-MPR, pemerintah Indonesia masih tidak tergerak hatinya untuk menasionalisasi kepemilikan tambang oleh asing tersebut.

Masihkah Anda mengharapkan perubahan Indonesia menjadi sejahtera, dapat terjadi selama system Kapitalisme dan Sekulerisme masih dianut dan dibanggakan.

Sudah saatnya kita tinggalkan jauh kebelakang Sistem Kapitalisme – Sekularisme yang hanya menambah kesengsaraan dimana-mana, dan mulai beralih kepada system yang sesuai dengan fitrah manusia, sesuai dengan keadaan manusia yang tidak bisa menghitung sudah berapa banyak dia bernafas, sesuai dengan keadaan manusia yang serba terbatas. Apalagi kalau bukan Sistem dari Yang Maha Tahu Allah SWT, yaitu Syariah Islam dalam segala aspek kehidupan.

 

Download PDF

Krisis Global Sebuah Keniscayaan Dalam Sistem Kapitalisme

Barangkali krisis moneter yang terjadi di Amerika Serikat (AS) saat ini adalah yang terparah selama setahun ke belakang sejak gonjang-ganjing kasus Subprime Mortgage. Banyak pengamat dan praktisi telah memaparkan dan menganalisa mengapa hal ini dapat terjadi. Secara umum penyebab utamanya adalah ledakan kredit oleh lembaga-lembaga keuangan dan rumah tangga yang mengakibatkan besarnya hutang yang harus dibayarkan dan akhirnya tidak terbayar.

Informasi dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa antara tahun 2002 sampai 2006 pertumbuhan kredit konsumtif pada rumah tangga mencapai 11% dan lembaga keuangan mencapai 10% setiap tahunnya. Jauh melebihi pertumbuhan ekonomi AS itu sendiri.

Akhirnya sejak setahun ke belakang ribuan rumah tangga tidak mampu lagi membayar hutang mereka kepada pihak bank yang mengakibatkan ketidakmampuan pihak bank mengontrol proses likuidasi seiring penurunan drastis dari harga rumah.

Kegagalan Kapitalisme

  1.      Di antara sejarah kegagalan Kapitalisme adalah yang terjadi pada tahun 1866 di Inggris. Bank of England sebagai pusat keuangan dunia saat itu diumumkan bangkrut. Kemudian disusul oleh kegagalan investasi oleh Bank Barings di Argentina pada tahun 1890 yang memaksa Bank Sentral Inggris saat itu menanggulangi masalah likuidasinya yang mencapai 18 miliar UK poundsterling.
  2.    IMF dan Bank Dunia sebenarnya adalah kendaraan Kapitalisme AS. Anehnya ketika IMF dan Bank Dunia ini bertindak sebagai dokter masalah keuangan negara-negara berkembang yang mengalami krisis seperti Indonesia di tahun 1997-1998. Resepnya hanya satu yaitu liberalisasi karena inilah ciri khas Kapitalisme. Namun, saat ini ketika induk semang kapitalisme mengalami hal yang sama dengan negara-negara berkembang, bahkan lebih parah, mereka diam. Dan ketika Pemerintah AS menasionalisasi perusahaan-perusahaan bermasalah itu pun IMF dan Bank Dunia seakan tak punya suara.
  3.      Kemudian Amerika yang katanya sebagai biang Kapitalisme sudah melakukan penyimpangan terhadap ideologinya sendiri. Kenapa? Karena dalam Kapitalisme negara tidak boleh ikut campur terhadap pasar. Tetapi, dengan terjadinya krisis ini Amerika malah mensubsidi (mencairkan dana kurang lebih $700 miliar) untuk membantu lembaga keuangan yang collaps. Amerika sama halnya dengan telah menelan ludahnya sendiri.

Tetapi, penulis menyadari bukan AS namanya kalau tidak munafik, dan bukan AS juga kalau tidak sombong. Tinggal menunggu kesadaran masyarakat dunia untuk menolak Kapitalisme sampai ke pintu-pintu rumah mereka dan mendukung ekonomi samawi berbasis keadilan (bukan sama rata sama rasa) untuk menciptakan kesejahteraan umat manusia.

Ada beberapa cacat-cacat di dalam Kapitalisme, yaitu:

  1.     Dalam Kapitalisme yang menjadi penopang ekonomi adalah sektor non riil, termasuk di dalamnya pasar saham, valas, obligasi, dan lainnya. Artinya, kapitalisme dominannya bermain di level atas dari ekonomi riil. Rente (keuntungan) ekonomi diperoleh bukan melalui kegiatan investasi produktif (produksi barang dan jasa), melainkan dalam investasi spekulatif melalui sektior non riil (keuangan), misalnya melalui kredit perbankan serta jual beli surat berharga seperti saham dan obligasi (Harahap, 2003). Di mana pasar saham yang merupakan pasar judi dunia yang memang transaksi yang tidak jelas dan hanya menguntungkan para spekulan.
  2.      Fiat money (mata uang kertas) adalah uang kertas yang secara legal diakui pemerintah melalui dekrit sebagai uang resmi, tapi tidak ditopang dengan logam mulia seperti emas dan perak (Hamidi, 2007). Uang kertas itulah yang sekarang digunakan oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat. Sejak dihapuskannya perjanjian Bretton Woods. Sehingga standar keuangan berdasarkan dolar kertas tanpa penopang emas. Di mana uang kertas tersebut nilai intrinsik dan nominalnya berbeda dan mudah dipermainkan oleh para spekulan khususnya asing sehingga nilai uangnya fluktuatif. Dan juga memiliki nilai inflasi yang tinggi. Ex. Uang 100.000 tahun 1984 berbeda nilainya dengan nilai mata uang yang sama pada tahun 2008.
  3.      Pemberlakuan sistem riba khususnya bunga bank sehingga banyak orang yang kredit dibebankan dengan bunga yang besar dan hanya menguntungkan sebagian orang dengan tidak susah-susah bekerja. Sehingga secara implisit terjadi tindak kezaliman yaitu menzalimi sebagian pihak untuk keuntungan pihak tertentu.
  4.     Terjadi penumpukan (penimbunan) uang pada sebagian pihak sehingga pergerakan ekonomi tidak stabil.
  5.     Ketidakjelasan hak kepemilikan. Di mana dalam Kapitalisme setiap individu berhak untuk memiliki sumber daya termasuk sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak. Sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Karena terjadi kesenjangan sosial yang abadi dan yang berhak menikmati hanya orang-orang yang bermodal (Kapitalis).

Berbeda halnya dengan Sistem Ekonomi Islam

  1.      Islam tidak mengenal sektor non riil tetapi pergerakan ekonomi ada pada sektor rill seperti perdagangan sehingga jelas transaksi dan perputaran uang. Zaman Nabi dulu para pedaganglah yang berada di gedung mewah. Sementara rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah. Sementara para pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan. Malah kena gusur tibum segala.
  2.      Standar nilai uang berdasarkan emas dan perak yang memang memiliki nilai intrinsik dan nominalnya sama sehingga sangat jauh dari inflasi. Dinar dan dirham terbukti dalam sejarah sangat kecil sekali inflasinya. Di masa Rasulullah SAW dengan uang 1 dinar (4,25 gram emas) orang dapat membeli seekor kambing, dan dengan uang 1 dirham (2,975 gram perak) dapat dibeli seekor ayam. Pada masa sekarang ini di tahun 2007, dengan uang yang senilai 1 dinar orang masih dapat membeli seekor kambing. Dengan uang senilai 1 dirham orang sekarang masih dapat membeli seekor ayam. Luar biasa, bukan?
  3.      Tidak boleh terjadi penimbunan uang, tetapi harus berputar, sehingga ekonomi senantiasa bergerak dan kekayaan tidak hanya pada segelintir orang.
  4.    Tidak mengenal (mengharamkan) riba dan tidak ada saling menzalimi.

orang-orang yang Makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah-275)

 

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya.

[175] Maksudnya: orang yang mengambil Riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.

[176] Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

  1. Kepemilikan yang jelas. Ada kepemilikan individu, kepemilikan negara, dan kepemilikan umum (rakyat) yaitu segala sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak tidak boleh dimiliki oleh individu, kelompok, atau negara. Tetapi, dikelola oleh negara dan hasilnya untuk kemakmuran rakyat, seperti barang tambang, hutan, laut, dan lain-lain.

Oleh karena itu, sudah saatnya dunia beralih untuk menerapkan system ekonomi Islam yang telah terbukti dalam sejarah telah menghantarkan kesejahteraan di hamparan dua pertiga dunia, selama lebih dari 10 abad lamanya.

download PDF

Botol Kosong VS Botol Penuh

Bisakah Anda membayangkan sebuah botol dengan bentuk yang sempurna, namun isinya kosong? Jika Anda tidak bisa membayangkannya dengan jelas, maka sekarang Anda ambil sebuah botol dan letakkan di samping artikel ini Anda baca.

Jika Anda sudah mendapatkan gambaran yang jelas sebuah botol kosong maka Anda bisa melanjutkan membaca artikel ini.

Sekarang coba Anda bayangkan sebuah botol yang juga sempurna, namun penuh berisi. Jika Anda tidak bisa mendapatkan gambaran yang jelas, saya harap Anda lakukan langkah seperti diatas dan isi sebuah botol dengan apapun sampai penuh.

Nah sekarang lihat kedua botol tersebut!

Pada awalnya disaat Anda, saya, atau siapapun didunia ini dilahirkan adalah seperti sebuah botol kosong, namun seiring dengan bertambahnya usia kita botol tersebut pun terisi. Terisi oleh apa? Terisi oleh berbagai macam pemahaman bagaimana Anda menjalani kehidupan di dunia ini; menjadi manusia religius, menjadi manusia materialisme, manusia pragmatis, atau manusia perfeksionis. Pemahaman dimana Anda memposisikan diri Anda dalam perjalanan dunia ini; seorang pejuang perubahan, seorang penghalang perubahan, seorang simpatisan perubahan, atau seorang penonton perubahan. Pemahaman menjadi ‘apa’; menjadi seorang pegawai yang selalu menurut atasan, seorang pengusaha yang selalu berusaha untuk mencapai sesuatu yang lebih dari apa yang telah dicapai, seorang pemimpin bijaksana yang mencintai dan dicintai yang dipimpinnya, seorang pencuri atau koruptor yang perbuatannya selalu dipergoki oleh Tuhannya, atau seorang pendidik yang memiliki tempat istemewa di hati setiap para muridnya.

Seperti halnya sebuah botol yang berisi sesuatu yang sangat berharga atau berisi sesuatu yang sangat tidak berharga, begitu juga nilai diri Anda dapat ditentukan dengan pemahaman apa yang Anda isi dan penuhi dalam pikiran dan jiwa Anda; pemahaman yang berisikan hal-hal yang baik atau pemahaman yang berisikan hal-hal yang buruk. Pemahaman menjadi seorang yang sangat berharga dalam pandangan keluarga Anda, dalam pandangan teman-teman Anda, dalam pandangan pimpinan atau bawahan Anda, dalam pandangan masyarakat disekitar Anda, dalam pandangan orang-orang yang pernah bertemu dengan Anda, dan dalam pandangan Tuhan Anda.

Begitu juga perbuatan apa? yang akan Anda pilih untuk dilakukan dan Anda tinggalkan bergantung pada pemahaman yang Anda miliki.

Sebagai contoh seorang anak kecil pasti akan menolak, jika ada seseorang memberikan uang Dollar kepadanya, sebab ia memahami uang yang bisa dibelanjakan adalah uang 5 ribu rupiah yang selalu diberikan oleh ibunya setiap hari.  Contoh lain seseorang yang suka berbuat dosa; korupsi, mencuri, merampok, nge-seks bebas diluar ikatan nikah, pemakai narkoba, serta menipu, pasti ia akan selalu melakukan pekerjaan tersebut, selama dia tidak memahami untuk apa dia diciptakan Tuhannya, dan kemana tempat kembalinya nanti setelah ia meninggal dunia (dipersilahkan memasuki Sorga J,  atau diseret ke dalam Neraka dan berada disana selama beribu-ribu tahun kemudian dipersilahkan memasuki Sorga L J,  atau diseret ke Neraka dan disana  selama-lamanya L).

Sehingga yang perlu Anda pikirkan sekarang adalah pemahaman apa yang ada dalam diri Anda? Apakah pemahaman yang Anda punya tersebut bernilai positif bagi diri Anda, keluarga Anda, masyarakat Anda, agama yang Anda anut, dan Negara Anda? Bersambung:

Download PDF