Layani Kepentingan Asing Pemerintah Batasi Subsidi BBM

Ketua Lajnah Maslahiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Dr Arim Nasim menuding bahwa semua alasan pemerintah dalam membatasan subsidi bahan bahan minyak (BBM) per 1 April mendatang semuanya bohong belaka. Karena menurutnya hakekat dari pelarangan mobil berplat hitam untuk membeli premium bersubsidi itu tidak lebih dari sekedar melayani kepentingan asing.

“Alasan pemerintah untuk membatasi subsidi semuanya adalah bohong!” tegasnya di depan sekitar 350 massa Hizbut Tahrir Indonesia dan mahasiswa yang melakukan aksi penolakan pembatasan subsidi BBM, Kamis (18/3) di depan Istana Presiden, Jakarta.

“Alasan untuk menghemat 3,3 trilyun di 2011 jelas bohong, untuk apa uang 3,3 trilyun itu? Toh masih terdapat sekitar 71 trilyun anggaran 2010 yang masih nganggur!” ujarnya.  Alasan penghematan dana tersebut menurutnya sunggug menggelikan dan tidak signifikan dibanding kenaikan berbagai harga barang sebagai efeknya nanti. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pembatasan BBM Bersubsidi Menghianati Kepentingan Rakyat

Menjelang penerapan pembatasan BBM Subsidi April mendatang, Pemerintah memang kian genjar berkampanye tentang penggunaan BBM Non-Subsidi. Salah satu alasan paling kerap dilontarkan Pemerintah untuk ‘menghipnotis’ rakyat adalah penghematan APBN.

Pada APBN 2011, subsidi untuk BBM mencapai Rp 97,26 triliun, naik dari APBN 2010 sebanyak Rp 88,9 triliun. Anggaran itu untuk mensubsidi 38,591 juta kiloliter. Rinciannya, 23,191 juta kiloliter premium, 13,085 juta kiloliter solar, dan sisanya minyak tanah. Asumsinya, harga minyak 80 dolar AS/barel dan kurs Rp 9.200 perdolar AS.

Kalkulasinya, jika konsumsi BBM bersubsidi, khususnya premium mencapai 53% atau sebanyak 23 juta kiloliter, maka dengan adanya pembatasan, Pemerintah bakal menghemat 10 juta kiloliter. Untuk memperkuat argumen itu, Pemerintah mengajukan data konsumsi BBM bersubsidi pada tahun ini yang dipastikan melebihi kuota. Besarnya kuota adalah 36,5 juta kiloliter. Pemerintah berdalih, pembatasan BBM bersubsidi itu dilakukan agar kuota yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 tidak terlampaui. Jika kuota itu terlampaui, subsidi yang dikeluarkan Pemerintah akan melebihi anggaran yang disediakan. Baca entri selengkapnya »

Debu radioaktif Fukushima merembet hingga Indonesia?

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu debu radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima Jepang mengontaminasi hingga ke Indonesia, karena jarak kedua negara ini mencapai ribuan kilometer.

“Evakuasi terhadap warga hingga sejauh radius 20 km dari titik PLTN Fukushima itu sudah tepat. Ini untuk menjamin mereka tidak mendapat dampak,” kata Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Dr Djarot S Wisnubroto di Jakarta, Senin.

Kejadian di Reaktor Fukushima dimana radioaktifnya meningkat di atas normal, menurut dia, akibat sistem pendingin yang tidak berfungsi karena backup diesel yang mati, namun tidak ditemukan pelelehan ataupun kebocoran radioaktif, karena bahan bakar tetap utuh.

Ia juga mengatakan, belum ada laporan adanya warga yang menjadi korban tewas dari kejadian peningkatan radiasi di PLTN tersebut, hanya ada pernyataan bahwa sedikitnya 19 orang ditemukan telah terkena paparan radiasi dan sedang menjalani proses dekontaminasi. Baca entri selengkapnya »