Astagfirullah! Banyak rakyat kelaparan, SBY malah ingin beli pesawat seharga Rp 431 M dengan cara ngutang

Bukan hanya gaya hidup hedon para anggota DPR yang mengecewakan sebagian masyarakat Indonesia yang notabene mayoritas berad di bawah garis kemiskinan, tak mau ketinggalan pemimpin bangsa ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun seolah tak mau ketinggalan.

Mungkin inilah salah satu langkah yang dilakukan SBY untuk ‘menyombongkan’ diri pada dunia bahwa ‘perekonomian Indonesia sebenarnya baik-baik saja. Yakni dengan membeli pesawat kepresidenan green aircraft.

Tentu saja, anggaran yang digunakan untuk membeli pesawat super mewah itu bukan berasal dari kantong Pak Presiden sendiri, melainkan dari kocek APBN-Perubahan 2011 dan APBN 2012 yang total harga pesawatnya mencapai Rp 431 miliar.

“Rupanya Presiden SBY sepertinya tidak mau kalah dengan anggota DPR yang bergaya hedon. Presiden SBY dengan uang negara ingin membeli green aircraft pesawat kepresidenan,” ujar Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (18/11/2011). Baca entri selengkapnya »

Iklan

Debu radioaktif Fukushima merembet hingga Indonesia?

Masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu debu radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima Jepang mengontaminasi hingga ke Indonesia, karena jarak kedua negara ini mencapai ribuan kilometer.

“Evakuasi terhadap warga hingga sejauh radius 20 km dari titik PLTN Fukushima itu sudah tepat. Ini untuk menjamin mereka tidak mendapat dampak,” kata Deputi Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Dr Djarot S Wisnubroto di Jakarta, Senin.

Kejadian di Reaktor Fukushima dimana radioaktifnya meningkat di atas normal, menurut dia, akibat sistem pendingin yang tidak berfungsi karena backup diesel yang mati, namun tidak ditemukan pelelehan ataupun kebocoran radioaktif, karena bahan bakar tetap utuh.

Ia juga mengatakan, belum ada laporan adanya warga yang menjadi korban tewas dari kejadian peningkatan radiasi di PLTN tersebut, hanya ada pernyataan bahwa sedikitnya 19 orang ditemukan telah terkena paparan radiasi dan sedang menjalani proses dekontaminasi. Baca entri selengkapnya »

Aborsi dan Seks Bebas Bakal Jadi Masalah Kesehatan di 2011

Jakarta, Maraknya artis beradegan mesum sepanjang tahun 2010 berdampak pada tren kesehatan reproduksi. Diperkirakan seks bebas dan aborsi akan meningkat tahun depan, disusul dengan peningkatan kasus HIV/AIDS dan infeksi menular seksual lainnya.

Prediksi ini cukup beralasan, sebab di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini semua orang termasuk ‘anak baru gede’ (ABG) bisa mengakses internet dengan mudah. Tidak hanya di warung internet, kecanggihan perangkat telekomunikasi memungkinkan para ABG mengaksesnya di ponsel.

Dari situ para ABG akan mudah sekali bersinggungan dengan konten-konten berbau pornografi, termasuk video mesum para idola seperti Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari. Keterlibatan para selebritas dalam adegan-adegan tidak senonoh itu memberi kesan seolah-olah siapapun bebas untuk berekspresi. Baca entri selengkapnya »

Berita-berita Menyedihkan Terkait HIV/AIDS

7.018 Warga DKI Meninggal Karena HIV/AIDS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bahaya HIV/AIDS kian nyata saja. Tercatat, selama 23 tahun sudah 7.018 warga DKI harus meregang nyawa karena penyakit ini.

Seksi Surveilans Epidemiologi HIV/AIDS (SARS) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah ini sejak 1987 hingga 2010. Dari jumlah tersebut, 3.434 orang prositif terkena AIDS dan 3594 orang yang terinfeksi HIV. Sementara sisanya, sebanyak 107 orang meninggal dunia oleh AIDS
Jumlahnya khusus di 2010 ini diketahui sejak Januari-Agustus tercatat sebanyak 1.238 orang yang terinfeksi HIV dan AIDS.

Dan jumlah tersebut oleh SARS DinKes Provinsi DKI Jakarta membagi jumlah kasus HIV dan AIDS tersebut menjadi beberapa wilayah. Sebarannya yakni 166 kasus ada Jakarta Pusat, 107 kasus ditemukan Jakarta Utara.

Sementara 171 kasus ada di Jakarta Barat. Kemudian, ada 127 kasus untuk Jakarta Selatan, 265 kasus untuk Jakarta Timur.
Jumlah di luar DKI Jakarta 325 kasus. Kemudian, tidak diketahui wilayahnya sebanyak 77 kasus yang behasil ditemukan

Sudah 1.300 Ibu Hamil Teridentifikasi HIV/AIDS

TRIBUNNEWS.COM – Jumlah populasi ibu hamil yang teridentifikasi mengidap HIV/AIDS positif di Indonesia jumlahnya cukup besar. Terhitung sejak 2008 hingga saat ini mencapai 1.300 orang.

“Dari 5.000 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan HIV/AIDS di Indonesia, sekitar 1.300 diantaranya dinyatakan teridentifikasi HIV/AIDS positif,” kata Asisten Deputi Pembinaan Kewilayahan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Nasional Bagus Rahmat Prabowo.

Dijelaskan Bagus 1.300 ibu hamil terjangkit HIV AIDS positif tersebut wajib mendapatkan pengawasan dan pengobatan. Jika tidak, maka risiko anak dalam kandungan si ibu tersebut untuk terjangkit HIV AIDS mencapai 30-45 persen. Mereka harus mendapatkan perawatan ekstra jika dibandingan dengan wanita hamil pada umumnya.

“Virus ini kan paling suka menyerang sel darah putih, nah di saat seorang wanita hamil pasti ada plasenta yang menghubungkan antara si ibu dan bayi di dalam rahim. Di dalam plasenta itu, banyak sel darah putih, makanya menjadi rentan,” kata Bagus.

Dikatakannya, penularan HIV/AIDS dari ibu hamil kepada anaknya bisa terjadi dalam tiga cara di antara saat masa kehamilan dan proses kelahiran

Menurutnya, beberapa tahun ke belakang populasi perempuan penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan cukup tajam.
“Kalau dulu pria mendominasi dalam jumlah penderita HIV/AIDS, namun saat ini jumlah perempuan penderita HIV AIDS meningkat cukup tajam,” katanya.

Zonapikir: HIV/ AIDS  adalah penyakit yang timbul akibat dari praktik pergaulan bebas, bergonta-ganti pasangan seks. Walaupun para pelakunya memakai pengaman seperti kondom, tetap virus HIV/ AIDS ini akan menulari si pelaku. Sebab telah terbukti bahwa pori-pori yang dimiliki kondom lebih besar ukurannya ketimbang ukuran virus HIV itu sendiri.

Sungguh berita seperti ini sangat menyedihkan dimana HIV/ AIDS adalah bukan penyakit yang sembarangan, sebab virus HIV ini menyerang kekebalan tubuh manusia, dan dapat dengan mudah ditularkan kepada orang lain; istri/ suami/ bayi dalam kandungan ibu hamil yang mengidap penyakit ini.

Untuk itu sangat diperlukan upaya sistematis pencegahan menularnya virus HIV/ AIDS ini. Upaya yang melibatkan seluruh pihak, dari mulai masyarakat sampai para pemegang kebijakan di negeri ini.

Bagi masyarakat harus mengontrol dan mencegah agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang melakukan hubungan seksual secara bebas tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah.

Bagi para pemegang kebijakan hendaknya membuat Undang-undang yang menjerat para pelaku Free sex, dengan hukuman yang berat, misalnya di dalam syariah Islam yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad Saw terhadap pelaku perzinahan adalah dengan cara mencambuk sebanyak 100 kali bagi pezina yang  belum menikah, dan dirajam sampai mati bagi pezina yang sudah pernah menikah. Dengan hukuman seperti InsyaAllah akan mengurangi bahkan menghentikan penyebaran virus HIV/ AIDS.

Allah Swt telah berfirman di dalam surat Al Isra ayat 32 yang artinya; dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.

Akibat Pendidikan Sekuler, Separuh Gadis Jabodetabek Tidak Perawan

Separuh remaja perempuan lajang di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi disebut tidak perawan karena melakukan hubungan seks pranikah. Tidak sedikit yang hamil di luar nikah.

“Dari data yang kami himpun, dari 100 remaja, 51 remaja perempuannya sudah tidak lagi perawan,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief kepada sejumlah media dalam Grand Final Kontes Rap dalam memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Minggu (28/11/2010).

Selain di Jabodetabek, ujar Sugiri, data yang sama juga diperoleh di wilayah lain di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa di Surabaya, remaja perempuan lajang yang kegadisannya sudah hilang mencapai 54 persen, di Medan 52 persen, Bandung 47 persen, dan Yogyakarta 37 persen. Menurutnya, data ini dikumpulkan BKKBN selama kurun waktu 2010 saja.

Ia menyampaikan, perilaku seks bebas merupakan salah satu pemicu meluasnya kasus HIV/AIDS. Mengutip data dari Kemenkes pada pertengahan 2010, kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21.770 kasus AIDS positif dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun (48,1 persen) dan usia 30-39 tahun (30,9 persen). Kasus penularan HIV/AIDS terbanyak ada di kalangan heteroseksual (49,3 persen) dan IDU atau jarum suntik (40,4 persen).

Mengutip catatan Kementerian Kesehatan pula, jumlah pengguna narkoba di Indonesia saat ini mencapai 3,2 juta jiwa. Sebanyak 75 persen di antaranya atau 2,5 juta jiwa adalah remaja. (ISU)

sumber: kompas.com

Zonapikir: Survei-survei seperti ini hendaknya tidak dibiarkan berlalu begitu saja, semestinya harus ditindaklanjuti dan dicari akar permasalahan mengapa banyak remaja dengan mudah melakukan hubungan seksual secara bebas dan sudah tidak perawan lagi sebelum pernikahan. Kemudian setelah akar permasalahannya teridentifikasi, maka akan mudah untuk mencari dan menjalankan langkah-langkah penyelesaiannya. Sebab para remaja adalah aset bangsa ini khususnya umat Islam, untuk melanjutkan kehidupan umat.

Penyebab mendasar adalah penerapan sekulerisme (pemisahan kehidupan dengan agama) di negara ini, termasuk dalam dunia pendidikan kita. Anak didik dijejali dengan berbagai macam disiplin ilmu; mulai dari matematika, PKn, IPA , IPS, Bahasa, dan lain-lain namun lepas dari nilai-nilai aqidah Islam. Setiap materi pembelajaran sangat jarang bahkan hampir tidak ada dikaitkan dengan nilai-nilai aqidah,   Sehingga para remaja pun menjadi latah mengikuti budaya-budaya  jahiliyah barat yang jauh dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.  Dengan pendidikan semacam ini para remaja tidak mempunyai benteng aqidah yang kuat dalam menyikapi berbagai godaan yang ada disekitar mereka.

Sungguh menyedihkan bagi saya ketika mendengar seorang remaja SMP di salah satu kota di Indonesia divonis mengidap penyakit sipilis, setelah diselidiki mengapa ia sampai terkena penyakit tersebut, ternyata dia telah biasa melakukan hubungan seksual dengan bergonta ganti pasangan.

Cerita ini dan juga survei diatas menunjukkan betapa lemahnya benteng aqidah yang dimiliki oleh para remaja negeri ini. Sebagai akibat dari pendidikan sekuler yang kering dari nilai-nilai aqidah. Belum lagi godaan-godaan disekitar kita seperti tayangan televisi, majalah, VCD, DVD, dan media elektronik maupun cetak yang sangat banyak menjurus kepada hal yang mendorong naiknya libido seksual.

Oleh karena itu sudah saatnya negeri ini menerapkan pendidikan berbasis aqidah, pendidikan yang materinya disusun bukan hanya menjadikan generasi penerus yang ahli di bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki aqidah yang kuat sebagai benteng untuk menolak budaya-budaya jahiliyah barat yang merusak.

Wow, Ada Kondom Baru Untuk Anak Remaja

Liputan6.com, Jenewa: Produsen kondom terkemuka di Swiss mulai memproduksi dan mengedarkan kondom berukuran kecil khusus untuk anak laki-laki berusia 12-14 tahun. Kondom yang diberi nama Hotshot ini diproduksi karena berdasarkan survei, anak-anak seusia itu tak pernah memakai kondom saat berhubungan seks, dan ini berakibat tingginya angka kehamilan di bawah umur. Demikian tulis Telegraph, Rabu (3/3).

Studi yang dilakukan atas nama Komisi Federal untuk Anak-anak dan Pemuda, mewawancarai 1.480 anak berusia 10-20 tahun. Hasil survei juga menunjukkan bahwa anak-anak usia 12-14 tahun umumnya telah berhubungan seks, dan jumlahnya terus meningkat dibandingkan tahun 1990-an.

Kondom mini Hotshot ini berdiameter 4,5cm (kondom standar berdiameter 5.2cm), namun keduanya memiliki panjang yang sama 19cm.

Zonapikir; Bukannya menyelamatkan generasi muda dari kehancuran akibat perilaku seks bebas, ini malah memfasilitasi.

Telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa pori-pori kondom lebih besar ukurannya dibanding virus HIV AIDS, artinya dengan mengkampanyekan seks aman dengan kondom adalah sebuah omong kosong besar!!! AIDS jelas terus meningkat.

Oleh karena itu siapapun Anda yang membaca artikel ini, jangan mau tertipu dengan kampanye “Seks aman dengan menggunakan kondom” karena ini adalah sebuah kampanye penyesatan, mereka tidak bertanggung jawab jika korban kampanye ini mengalami kesengsaraan hidup dihinggapi berbagai penyakit akibat seks bebas.

Maka, satu-satunya cara aman melakukan hubungan seks adalah dengan pasangan yang sah diikat dalam tali pernikahan. Diluar tali pernikahan hanya akan menuai bencana hidup dunia wal Akhirat.

Tragedi Situ Gintung: Diperlukan Manajemen Bencana

Tanggul Situ Gintung yang jebol menjadi peringatan kembali akan pentingnya manajemen bencana. Menurut warga setempat, tanda-tanda kerusakan tanggul Situ Gintung sebenarnya sudah dilaporkan warga sejak dua tahun lalu.

Sebagian orang masih terlelap, kala air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang, menghantam perumahan yang berada di sekitarnya. Hujan deras yang turun pada hari sebelumnya tak mampu lagi tertahan oleh tanggul yang dibuat pada zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1930-an itu. Akibatnya ratusan rumah luluh lantak, banyaknya korban jiwa pun tak terelakan.

Menurut masyarakat setempat, tanda-tanda kerusakan tanggul Situ Gintung sebenarnya sudah dilaporkan warga sejak dua tahun lalu. Pada saat itu warga mengetahui bahwa bagian bawah pintu air telah tergerus air danau. Bahkan kerusakan tanggul sempat terjadi pada bulan November 2008 lalu, seperti dipaparkan direktur LSM Wahana Lingkungan Hidup, Walhi Jakarta, Slamet Daroyni:

“Seharusnya pemerintah setelah mendapatkan informasi dari warga, ditambah lagi kejadian November 2008 tersebut, pemerintah segera melakukan tindakan antisipasi yang komprehensif. Bila pemerintah tak ada biaya maka setidaknya membuat sistem peringatan dini di wilayah itu.”

Posisi bendungan memang berada di atas pemukiman warga. Meski Gintung merupakan waduk atau bendungan, banyak orang menyebutnya situ atau danau. Lokasi ini dikenal sebagai kawasan wisata. Yang cukup ironis, menurut Slamet Daroyni, Direktur Walhi Jakarta, sebenarnya pasca banjir tahun 2007 terdapat komitmen antara pamerindah daerah Jakarta, Banten dan Jawa Barat untuk memanfaatkan situ sebagai salah satu pengendali banjir. Namun kini yang terjadi malah petaka bagi warga di sekitar.

Di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi terdapat hampir 200 situ. Namun ternyata tidak sampai 20 situ yang kondisinya baik. Selebihnya rusak, bahkan ada yang telah berubah wajah menjadi kompleks perumahan. Di Tangerang, hampir semua situ mengalami pendangkalan. Situ Gintung di Ciputat yang tanggulnya jebol Jumat dini hari (27/03)misalnya, luas danaunya menyusut dari semula 31 hektar menjadi tinggal sekitar 21 hektar akibat pendangkalan.

Tragedi yang telanjur terjadi di kawasan ini menurut Walhi menjadi peringatan mendesak dalam manajemen bencana:

“Harus dibuat skema komprehensif dengan membuat satu jalur penanggulan bencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Yang lebih penting, ketika pemerintah sudah mengizinkan masyarakat tinggal di kawasan itu maka keselamatan masyarakat dari ancaman bencana menjadi tanggungjawab pemerintah. Tanggul tidak boleh jebol, dengan melihat volume air, baik di musim hujan maupun bukan musim hujan. Setelah selesai harus dibuat sistem penanggulangan bencana dan pembangunan yang pada tahapan rencana sampai evaluasi harus melibatkan masyarakat. Sehingga informasi apapun bisa sampai dengan sistematis dan bila terjadi sesuatu pemerintah bisa segera meresponnya.”(ap)

Sumber: dw-world

Zonapikir: Berbagai bencana yang terjadi di Negeri ini adalah peringatan dari Allah Swt. Agar semua unsur masyarakat mulai dari masyarakat awam, ulama, pedagang, guru, aparat pemerintah, serta para pemimpin di negeri ini agar kembali menerapkan ajaran Islam secara Kaffah (menyeluruh).

Baik itu dalam hal pengelolaan alam, ekonomi, politik, sosial dan hukum.

Jangan hanya cuma bisa mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw setiap tahun secara besar-besaran dan meriah tetapi ketika beliau memerintahkan untuk berhukum  dengan satu-satunya sumber yaitu Al Qur’an dan As Sunnah ditinggalkan.

Kapan lagi kesadaran untuk kembali kepada syariah ini diwujudkan, jika tidak mulai sekarang? Atau menunggu berbagai bencana lagi?