Inilah Ekspansi Kapitalisme Besar-besaran, 800.000 SPBU Asing akan Kuasai Indonesia

Hingga saat ini, 40 perusahaan asing sudah memegang izin prinsip pendirian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Masing-masing perusahaan memiliki hak mendirikan 20.000 SPBU.

“Itu artinya, sejumlah 800.000 SPBU milik asing akan menguasai Indonesia. Bayangkan, nantinya seluruh kebutuhan minyak harus dibeli di perusahaan asing dan asing akan menguasai seluruh produksi Indonesia dari hulu ke hilir, termasuk warung-warung,” kata pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Revrisond Baswir, yang akrab disapa Sony, dalam diskusi publik “Menata Ulang Indonesia” di gedung PP Muhammadiyah, Yogyakarta, yang digelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, Kamis (29/3) siang.

Jadi katanya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, didukung atau ditolak, juga merupakan pertarungan antar kelompok kapitalis asing di Indonesia. “Ini pertarungan kapitalis pertambangan dan indsutri otomotif,” katanya.   Baca entri selengkapnya »

Krisis Global Sebuah Keniscayaan Dalam Sistem Kapitalisme

Barangkali krisis moneter yang terjadi di Amerika Serikat (AS) saat ini adalah yang terparah selama setahun ke belakang sejak gonjang-ganjing kasus Subprime Mortgage. Banyak pengamat dan praktisi telah memaparkan dan menganalisa mengapa hal ini dapat terjadi. Secara umum penyebab utamanya adalah ledakan kredit oleh lembaga-lembaga keuangan dan rumah tangga yang mengakibatkan besarnya hutang yang harus dibayarkan dan akhirnya tidak terbayar.

Informasi dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa antara tahun 2002 sampai 2006 pertumbuhan kredit konsumtif pada rumah tangga mencapai 11% dan lembaga keuangan mencapai 10% setiap tahunnya. Jauh melebihi pertumbuhan ekonomi AS itu sendiri.

Akhirnya sejak setahun ke belakang ribuan rumah tangga tidak mampu lagi membayar hutang mereka kepada pihak bank yang mengakibatkan ketidakmampuan pihak bank mengontrol proses likuidasi seiring penurunan drastis dari harga rumah.

Kegagalan Kapitalisme

  1.      Di antara sejarah kegagalan Kapitalisme adalah yang terjadi pada tahun 1866 di Inggris. Bank of England sebagai pusat keuangan dunia saat itu diumumkan bangkrut. Kemudian disusul oleh kegagalan investasi oleh Bank Barings di Argentina pada tahun 1890 yang memaksa Bank Sentral Inggris saat itu menanggulangi masalah likuidasinya yang mencapai 18 miliar UK poundsterling.
  2.    IMF dan Bank Dunia sebenarnya adalah kendaraan Kapitalisme AS. Anehnya ketika IMF dan Bank Dunia ini bertindak sebagai dokter masalah keuangan negara-negara berkembang yang mengalami krisis seperti Indonesia di tahun 1997-1998. Resepnya hanya satu yaitu liberalisasi karena inilah ciri khas Kapitalisme. Namun, saat ini ketika induk semang kapitalisme mengalami hal yang sama dengan negara-negara berkembang, bahkan lebih parah, mereka diam. Dan ketika Pemerintah AS menasionalisasi perusahaan-perusahaan bermasalah itu pun IMF dan Bank Dunia seakan tak punya suara.
  3.      Kemudian Amerika yang katanya sebagai biang Kapitalisme sudah melakukan penyimpangan terhadap ideologinya sendiri. Kenapa? Karena dalam Kapitalisme negara tidak boleh ikut campur terhadap pasar. Tetapi, dengan terjadinya krisis ini Amerika malah mensubsidi (mencairkan dana kurang lebih $700 miliar) untuk membantu lembaga keuangan yang collaps. Amerika sama halnya dengan telah menelan ludahnya sendiri.

Tetapi, penulis menyadari bukan AS namanya kalau tidak munafik, dan bukan AS juga kalau tidak sombong. Tinggal menunggu kesadaran masyarakat dunia untuk menolak Kapitalisme sampai ke pintu-pintu rumah mereka dan mendukung ekonomi samawi berbasis keadilan (bukan sama rata sama rasa) untuk menciptakan kesejahteraan umat manusia.

Ada beberapa cacat-cacat di dalam Kapitalisme, yaitu:

  1.     Dalam Kapitalisme yang menjadi penopang ekonomi adalah sektor non riil, termasuk di dalamnya pasar saham, valas, obligasi, dan lainnya. Artinya, kapitalisme dominannya bermain di level atas dari ekonomi riil. Rente (keuntungan) ekonomi diperoleh bukan melalui kegiatan investasi produktif (produksi barang dan jasa), melainkan dalam investasi spekulatif melalui sektior non riil (keuangan), misalnya melalui kredit perbankan serta jual beli surat berharga seperti saham dan obligasi (Harahap, 2003). Di mana pasar saham yang merupakan pasar judi dunia yang memang transaksi yang tidak jelas dan hanya menguntungkan para spekulan.
  2.      Fiat money (mata uang kertas) adalah uang kertas yang secara legal diakui pemerintah melalui dekrit sebagai uang resmi, tapi tidak ditopang dengan logam mulia seperti emas dan perak (Hamidi, 2007). Uang kertas itulah yang sekarang digunakan oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat. Sejak dihapuskannya perjanjian Bretton Woods. Sehingga standar keuangan berdasarkan dolar kertas tanpa penopang emas. Di mana uang kertas tersebut nilai intrinsik dan nominalnya berbeda dan mudah dipermainkan oleh para spekulan khususnya asing sehingga nilai uangnya fluktuatif. Dan juga memiliki nilai inflasi yang tinggi. Ex. Uang 100.000 tahun 1984 berbeda nilainya dengan nilai mata uang yang sama pada tahun 2008.
  3.      Pemberlakuan sistem riba khususnya bunga bank sehingga banyak orang yang kredit dibebankan dengan bunga yang besar dan hanya menguntungkan sebagian orang dengan tidak susah-susah bekerja. Sehingga secara implisit terjadi tindak kezaliman yaitu menzalimi sebagian pihak untuk keuntungan pihak tertentu.
  4.     Terjadi penumpukan (penimbunan) uang pada sebagian pihak sehingga pergerakan ekonomi tidak stabil.
  5.     Ketidakjelasan hak kepemilikan. Di mana dalam Kapitalisme setiap individu berhak untuk memiliki sumber daya termasuk sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak. Sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Karena terjadi kesenjangan sosial yang abadi dan yang berhak menikmati hanya orang-orang yang bermodal (Kapitalis).

Berbeda halnya dengan Sistem Ekonomi Islam

  1.      Islam tidak mengenal sektor non riil tetapi pergerakan ekonomi ada pada sektor rill seperti perdagangan sehingga jelas transaksi dan perputaran uang. Zaman Nabi dulu para pedaganglah yang berada di gedung mewah. Sementara rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah. Sementara para pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan. Malah kena gusur tibum segala.
  2.      Standar nilai uang berdasarkan emas dan perak yang memang memiliki nilai intrinsik dan nominalnya sama sehingga sangat jauh dari inflasi. Dinar dan dirham terbukti dalam sejarah sangat kecil sekali inflasinya. Di masa Rasulullah SAW dengan uang 1 dinar (4,25 gram emas) orang dapat membeli seekor kambing, dan dengan uang 1 dirham (2,975 gram perak) dapat dibeli seekor ayam. Pada masa sekarang ini di tahun 2007, dengan uang yang senilai 1 dinar orang masih dapat membeli seekor kambing. Dengan uang senilai 1 dirham orang sekarang masih dapat membeli seekor ayam. Luar biasa, bukan?
  3.      Tidak boleh terjadi penimbunan uang, tetapi harus berputar, sehingga ekonomi senantiasa bergerak dan kekayaan tidak hanya pada segelintir orang.
  4.    Tidak mengenal (mengharamkan) riba dan tidak ada saling menzalimi.

orang-orang yang Makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah-275)

 

[174] Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya.

[175] Maksudnya: orang yang mengambil Riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.

[176] Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

  1. Kepemilikan yang jelas. Ada kepemilikan individu, kepemilikan negara, dan kepemilikan umum (rakyat) yaitu segala sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak tidak boleh dimiliki oleh individu, kelompok, atau negara. Tetapi, dikelola oleh negara dan hasilnya untuk kemakmuran rakyat, seperti barang tambang, hutan, laut, dan lain-lain.

Oleh karena itu, sudah saatnya dunia beralih untuk menerapkan system ekonomi Islam yang telah terbukti dalam sejarah telah menghantarkan kesejahteraan di hamparan dua pertiga dunia, selama lebih dari 10 abad lamanya.

download PDF