Bola Pencuci Ajaib EcoBALL, Mencuci Hemat Tanpa Detergen

Bola Pencuci Ajaib” EcoBALL adalah hasil inovasi baru dari teknologi Jerman, sebuah bola pencuci yang dapat digunakan untuk membersihkan noda dan mencuci pakaian.

Saat Anda mencuci menggunakan EcoBALL akan menarik makromolekul padat yang menempel pada kain, sehingga secara perlahan akan membersihkan noda lain dari pakaian.

Proses pelepasan makromolekul ini akan menyebabkan kadar PH dalam air meningkat, dan mengaktifkan molekul air.

Molekul air yang aktif dapat memudahkan serat kain mengendur, sehingga proses pemisahan kotoran dari pakaian lebih cepat.

Selain itu, dua bahan penting dari pembentuk detergen yaitu Surfaktan dan Builders, diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungan.

Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar, hilangnya kelembaban alami yang ada pada permukan kulit. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Penerapan Syariah Kunci Taqarrub Ilallah

Tak sedikit yang salah paham tentang pengertian taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Taqarrub ilallah hanya dianggap sebatas ibadah ritual, seperti shalat, puasa, haji, dzikir, dan sebagainya. Sedang pelaksanaan ajaran Islam dalam interaksi antar manusia seperti perjuangan menegakkan syariah dan menjalankan roda pemerintahan Islam, dianggap bukan taqarrub ilallah. Padahal sebenarnya tidak demikian.

Reduksi pengertian taqarrub ilallah ini dapat terjadi setidaknya karena dua faktor. Pertama, dominasi paham sekularisme yang membatasi otoritas agama hanya pada hubungan privat antara manusia dan Tuhan. Kedua, adanya kesalahpahaman mengenai konsep taqarrub ilallah itu sendiri.

Pengertian dan Ruang Lingkup Taqarrub Ilallah

Istilah taqarrub ilallah berasal dari nash-nash syara’ yang membicarakan upaya pendekatan diri kepada Allah SAW. Antara lain hadis qudsi dari Nabi SAW bahwa Allah berfirman,”Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada melaksanakan apa yang Aku wajibkan kepadanya, dan tidaklah hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan nafilah-nafilah (nawafil) hingga aku mencintainya.” (HR Bukhari & Muslim, Fathul Bari, 18/342; Syarah Muslim, 9/35). Baca entri selengkapnya »