Astaghfirullah, Muslimah Georgia Ditahan Karena Pakai Jilbab

Hanya gara-gara menolak melepaskan jilbab yang dikenakannya, seorang perempuan muslim di bagian barat Georgia ditahan. Hal itu terjadi di Pengadilan yang terletak di ibukota Douglasville.

Itulah yang terjadi pada Lisa Valentine saat mendaftarkan gugatannya pada Selasa (14/12) kemarin. Ia mengklaim bahwa haknya untuk bebas berbicara dilanggar, ketika dirinya dipenjara 10 hari karena menghina pengadilan pada Desember 2008 lalu.

Ia sendiri dipenjara karena menolak melepaskan jilbab yang dikenakannya ketika berada di pengadilan. Valentine telah dibebaskan kurang lebih dalam waktu satu hari. Gugatannya terdaftar Pusat Kebebasan sipil Amerika Serikat dan ACLU Georgia.

Penangkapan Valentine memaksa pengadilan merevisi kebijakan terkait pakaian seseorang yang bersaksi dalam sidang. Dewan Yudisial dari Georgia pada Juli 2009, memilih untuk membiarkan seorang perawat muslim mengenakan jilbabnya saat menjalani sidang.

sumber: republika online

 

Iklan

Gawat! Densus 88 Habisi Jamaah Sedang Shalat, Dua Tewas

Tindakan yang dilakukan Densus 88 terhadap Khairul Ghozali bersama 4 orang jemaahnya saat shalat maghrib di Jalan Besar Medan-Tanjung Balai Asahan, dinilai sebagai tindakan yang biadab tidak berperikemanusiaan.

Pernyataan tersebut ditegaskan Adil Akhyar Al Medani, didampingi putri kandung ustadz Ghozali, Rabbaniyah (17) kepada Sumut Pos (grup Padang-Today.Com) Jumat (24/9) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Jalan Hindu Medan.

“Biadab. Saat orang shalat dihabisi, seolah-olah negera ini bukan Negara hukum. Dalam penyerangan biadab itu, dua orang jemaah itu tewas di tempat akibat ditembaki Densus 88, sedangkan seorang lagi dapat melarikan diri. Sementara itu abang saya, ustadz Ghozali itu terus dianiaya diinjak-injak densus, namun abang saya itu tetap terus shalatnya,” tegas pemilik Pondok Pesantren Dkwah Daarul Syifaa.

Atas penyerangan yang tidak berprikemanusiaan itu, sambung Akhyar, diharapkan agar presiden segera meninjau dan membubarkan Densus 88 karena telah melanggar dan bertindak diluar hukum.

“Saya minta agar presiden SBY agar memperhatikan konfrensi pers ini.Jangan presiden hanya mendengarkan laporan sepihak dari Kapolri BHD.Kami juga meminta pada komisi III DPR-RI, untuk segera mngusut tuntsa kasus ini, dan segera meninjau kembali densus 88, karena sudah tidak berprikemanusiaan,” tegas Akhyar.

Akhyar sendiri sudah mengetahui keberadaan abang kandungnya tersebut, ustadz Ghozali yang saat ini info yang dia terima berada di Mebes Polri.Sementara itu langkah hukum yang akan ditempuh keluarga besar Ghozali yakni sudah melamporkan kasus ini ke Amnesty Internasional.

“Saat ini kami sudah memberikan keterangan pada Amnesty Internasional, laporan tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, nah untuk keponakan saya yang masih berumur beberapa bulan yang ditahan Polres Tanjung Balai, bersama ibunya Kartini Panggabean, kami juga sudah melaporkan ke Komisi Perli Anak Indonesia,” beber pria berjubah putih ini.

Akhyar juga menceritakan selamatnya Kartini Panggabean istri dari ustadz Ghozali, karena Cici (Kartini Panggabean red) berada di ruangan lain. “Namun usai penyerangan tersebut tidak berapa lama datang Polres Tanjung Balai, ke kediaman abang saya seolah-olah tidak mengetahui penyerangan tersebut.Saat itulah Kartini Panggabean bersama anaknya yang masih berumur beberapa bulan diboyong ke Polres, dengan alasan polisi untuk diminta keterangannya,” terangnya.

Sementara itu salah seorang putrid ustadz Ghozali, yakni Rabbaniyah, pelajar Kelas 2 SMA Kelas Muhammdiyah 18 Kampung Lalang yang turut mendampingi pamannya Adil Akhyar Al Medani, di LBH Medan Jalan Hindu Medan, berharap orangnya tuanya tersebut segera pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya.

“Saya berhaharap buya (ayah) pulang secepatnya untuk berkumpul bersama keluarga lagi.Saya yakin buya tidak bersalah untuk itu saya hanya hanya bisa menyerahkan dan berdoa pada Allah SWT,” beber gadis manis berkerudung hijau ini. Walaupun, ayahnya dicap teroris oleh Densus 88, namun Rabbaniyah tetap percaya pada orang tuanya dan tetap bersemangat untuk bersekolah.

“Saya berharap kasus penganiayaan buya saya dilakukan Densus 88, saat menjalankan ibadah shalat maghrib, dapat menjadi perhatian serius dari bapak Presiden SBY, agar polisi-polisi itu segera ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Rabbaniyah

Sumber: http://padang-today.com/index.php?today=news&id=21235

Zonapikir: Sungguh sangat biadab dan tidak berkeprikemanusiaan.

Aceh Selatan Larang PNS Berjenggot

Larangan memelihara jenggot bagi PNS di Kabupaten Aceh Selatan oleh Bupati Husin Yusuf menuai banyak kritikan. Salah satunya datang dari seorang aktivis di Banda Aceh, Hendra Budian.

“Pelarangan jenggot bagi PNS masuk dalam kategori diskriminasi dan pengekangan ekspresi publik,” kata Hendra Budian, Kamis (13/5/2010).

Menurut dia, pelarangan memelihara jenggot bagi PNS di Aceh Selatan merupakan tindakan yang arogan dan tidak memiliki substansi, sementara banyak sektor yang seharusnya menjadi prioritas untuk dilaksanakan.

Larangan PNS berjenggot itu disampaikan Bupati Aceh Selatan Husin Yusuf pada acara penyerahan surat keputusan (SK) 80 persen kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009, Selasa (11/5). Pelarangan jenggot, katanya, dilakukan karena alasan bahwa Aceh termasuk bagian dari Indonesia, bukan Iran.

Pernyataan bupati tersebut sempat menuai kritikan dari pihak ulama di Aceh seperti yang disampaikan Sekretaris Jenderal Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali yang mengatakan jenggot dalam Islam merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Penyesalan juga disampaikan seorang warga asal Bakongan Kabupaten Aceh Selatan yang menetap di Kota Banda Aceh, Syaifuddin. Ia menyesali pernyataan Bupati Husin Yusuf karena dinilai bertentangan dengan sunnah Rasulullah.

“Dalam Islam memelihara jenggot merupakan sunnah, tapi bupati malah melarang. Ini kan aneh,” katanya. Selain itu, kaum lelaki di Aceh biasanya memelihara jenggot seadanya dan rapi tanpa berlebihan seperti di Iran yang dibiarkan panjang hingga ke dada. (*)

(bangkapos.com 14/05/2010)

Zonapikir: Sungguh kebijakan yang sangat diskriminatif. Memangnya ada hubungan negatif antara memelihara jenggot dengan kinerja seorang PNS?!!! Jelas tidak ada buktinya.

Film Al-Qur’an Patahkan Fitnah Dunia Islam

Meski telah dibukukan ribuan tahun lalu, hingga saat ini ajaran kitab suci Al-Qur’an tetap dapat diterapkan dalam kehidupan modern, tidak hanya di negara Islam, namun juga negara Barat, menurut seorang pembuat film asal India, Faruq Masudi yang menyebut Al-Qur’an sebagai dunia yang dapat menuntun siapa saja yang membacanya menuju perjalanan spiritual.

Quran Contemporary Connections, sebuah film garapannya, akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang, sebuah film dokumenter mengenai penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti AS yang mempelajari mengenai pengaruh Al-Qur’an bagi Muslim.

“Dalam Islam, seks merupakan hal yang dimuliakan. Allah bukan hanya Tuhan umat Muslim. Bahkan orang-orang Arab berbicara dalam bahasa Yahudi. Umat Nasrani menggunakan kata Allah dalam kepercayaan mereka. Poligami merupakan tindakan yang terpuji. Semua orang dilahirkan dalam keadaan Islam,” menurut hasil penelitian tersebut yang dipaparkan dalam website mereka.

“Film tersebut berisi tema-tema yang seringkali muncul di dalam Al-Qur’an, termasuk yang dianggap tabu bagi sebagian orang seperti Jihad, wanita, seks, poligami, perdamaian, dan kekerasan,” kata Masudi.

Masudi menjelaskan bahwa Al-Qur’an menempatkan Islam sebagai agama yang sebetulnya dapat diterima segala jaman, bahkan dalam kehidupan modern seperti demokrasi.

“Terdapat banyak kesamaan Al-Qur’an dan Dunia Barat, karena keduanya mengharapkan kebaikan bagi umat manusia. Muslim tidak diperbolehkan menguasai Islam, Al-qur’an, dan Allah hanya bagi umatnya.”

Masudi, yang sebelumnya pernah membuat beberapa opera sabun dan acara televisi, memutuskan membuat film tersebut untuk menunjukkan pada dunia, terutama bagi dunia Barat, mengenai kebenaran Islam, yang seringkali dikaitkan dengan tragedi 11 September oleh media barat.

“Tujuanku jelas sekali bahwa Muslim telah dituduh oleh masyarakat non-Muslim, namun kewajiban kita sebagai Muslim untuk memperbaiki citra kita tanpa melalui kekerasan.”

“Islamophobia secara berkala diciptakan sebagai ketakutan ditengah masyarakat AS, dimana masyarakat tersebut sebenarnya merupakan masyarakat yang mencintai perdamaian dan rasa sopan, seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an.”

“Nilai-nilai antara keduanya sama persis meski memiliki gaya hidup yang berbeda,” imbuhnya.

Sang pembuat film juga mengelak tudingan bahwa Islam tidak memberikan hak yang sama bagi wanita, yang secara jelas telah disebutkan dalam ayat-ayat dan Hadits.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah menciptakan pria dan wanita dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.”

Umat Muslim dan media memiliki peran penting bagi citra Islam di mata dunia.

“Saya tidak mengharapkan orang-orang media akan meliput seluruh isi Al-Qur’an sebelum umat Muslim sendiri membacanya.”, ungkapnya sambil menambahkan bahwa umat Muslim telah gagal menyampaikan kebaikan Al-Qur’an terhadap umat non-Muslim, sehingga mereka seringkali memiliki pandangan yang salah mengenai Islam.

Dalam filmnya, Masidi berusaha menunjukkan pada dunia media dan pemerintahan apa yang sebelumnya tidak mereka ketahui tentang Al-Qur’an.

Meski mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, namun Masidi mengakui bahwa filmnya tidak lepas dari kritik pedas masyarakat non-Muslim yang berusaha menghalangi masuknya film tersebut ke masyarakat umum.

Beberapa distributor mengatakan film tersebut memiliki sudut pandang yang kurang obyektif.

“Apa yang mereka harapkan sebenarnya adalah hadirnya film “Fitna” dari pihak Muslim, namun saya menolak,” katanya, mengacu pada film berjudul “Fitna”, diproduksi oleh penganut garis keras Geerts Wilders pada 2007, berisi fitnah terhadap Islam.

Tidak berhenti di situ, sebuah film dokumenter berjudul “Obsession: Radical Islam’s War Against the West” juga berisi tuduhan Islam sebagai agama teroris.

Masalah terbesarnya adalah kurangnya diskusi mengenai isi Al-Qu’an, yang membuat masyarakat dunia hanya mengetahui sedikit mengenai Islam.

“Tidak ada yang mencari penyelesaian suatu masalah dalam Al-Qur’an,” katanya. Film ini diharap mampu memberikan gambaran mengenai Al-Qur’an dan ajaran Islam sehingga dapat mematahkan pandangan keliru yang disebarkan film “Fitna” dan “Obsession”. (arby) dikutip oleh

sumber: www.suaramedia.com

Zonapikir: Sungguh aneh jika ada seseorang yang mengaku Muslim, namun mengatakan Islam hanya untuk zaman bahari kala, dan tidak bisa diterapkan pada zaman modern ini. Islam adalah risalah agama rahmatan lil ‘alamin (pembawa rahmat untuk sekalian alam) yang jika diterapkan secara menyeluruh akan memberikan kesejahteraan tidak hanya bagi kaum muslimin tetapi juga untuk umat lain selain Islam. Sebagaimana yang telah terjadi dalam sejarah keemasan Islam.

Pidato Cucu Mantan PM India Mengundang Kebencian Umat Islam

1gandhiINDIA (SuaraMedia) – Varun Gandhi, yang tengah berkampanye untuk pemilihan umum bulan Varun Gandhi depan, dilaporkan mengatakan kepada para simpatisannya bahwa partainya, Partai Bharatiya Janata (BJP), yang berhaluan nasionalis akan ‘memenggal kepala kaum muslim’.

Dalam sebuah rekaman yang disiarkan stasiun televisi NDTV, Varun juga mengatakan kepada massanya bahwa orang-orang muslim memiliki nama-nama yang menakutkan seperti Karimullah dan Mazullah.

“Bila kalian bertemu dengan mereka pada malam hari, kalian akan ketakutan,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum India mengatakan akan meneliti pidato Varun sebelum mengambil tindakan. Pernyataan Varun tersebut dikecam oleh Partai Kongres yang dipimpin Sonia Gandhi, janda dari putra tertua Indira, Rajiv.

Sebenarnya, Varun sedang berkampanye menghadapi Pemilu bulan depan. Namun akibat ulahnya ini, Varun menghadapi tuduhan kriminal. Seorang pejabat KPU India mengatakan kepada AFP bahwa sebuah peringatan resmi juga telah dikeluarkan kepada BJP.

Kaum muslim merupakan komunitas minoritas terbesar India, dan hubungan dengan mayoritas umat Hindu selama ini mengalami masalah dan sering menimbulkan kerusuhan sejak negara itu mencapai kemerdekaan dari Inggris tahun 1947.

Komentar Varun dikecam oleh Partai Kongres yang sedang berkuasa, yang diketuai oleh Sonia Gandhi, janda putra sulung Indira, Rajiv Gandhi, dan pemegang obor dinasti Nehru-Gandhi.

Varun adalah putra anak kedua Indira, Sanjay Gandhi, anggota keluarga yang dipisahkan oleh dinasti. Dinasti Nehru-Gandhi tidak memiliki hubungan darah dengan Mahatma Gandhi, tokoh gerakan kemerdekaan India.

Seorang jurubicara Kongres menuduh BJP menjadi sebuah partai dengan ideologi anti-minoritas. Sementara jurubicara BJP, menegaskan, “kultur tradisional BJP tidak pernah dapat mengajarkan seseorang berbicara sedemikian tidak bertanggung-jawab.”

Dalam pembelaan dirinya, Varun mengatakan rekaman pidatonya itu telah dilebih-lebihkan. Sebagaimana diketahui, India akan mengadakan pemilihan umum untuk memilih sebuah parlemen baru dan pemerintah dari 16 April sampai 13 Mei.

Hassan Kamaal, kolomnis terkenal di India menilai Varun sudah bersikap arogan dan kurang berpengalaman sebagai politisi. “Tindakan yang bodoh, kekanak-kanakan dari seorang politisi muda,” ujar Kamaal.

Namun analis politik Profesor Mustafa Khan berpendapat, pernyataan Varun cuma taktik politik untuk memenangkan pemilu, dengan cara mengedepankan rasa tidak aman dan ketakutan di kalangan warga Hindu.

“BJP tidak punya harapan untuk memenangkan pemilu karena perpecahan di tubuh partai itu. Mereka berharap bisa menang dengan mengangkat isu-isu komunal,” kata Khan.

Muslim India menginginkan Varun didiskualifikasi dari keikutsertaannya dalam pemilu. “Dia tidak boleh ikut pemilu. Saya Muslim dan saya bangga menjadi Muslim. Saya berterimakasih pada nenek moyang saya karena tidak memilih ke Pakistan dan tetap berada di India. India adalah negara saya, lebih daripada seorang Varun Gandhi,” tukas warga Muslim India, Shehla Masood. (aldi/hdy)

sumber: SuaraMedia

Zonapikir: Penghinaan terhadap Muslim mudah dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab karena kaum, masih terpecah belah ke dalam beberapa negara (sekitar 50 negara) segeralah bersatu wahai kaum muslimin, dibawah payung negara yang pernah di contohkan teladan kita Nabi Muhammad saw, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah. Agar Izzah Islam akan nampak di bumi Allah ini.

Adzan Pertama di Selatan Bumi Sakura

mes3

Haru dan bahagia bercampur dalam suasana shalat jum`at pertama di mesjid pertama yang dibangun di pulau Kyushu, pulau selatan di bumi sakura. Jepang adalah negara dengan mayoritas penduduknya sekitar 80% penganut Shinto atau Budha, walaupun pada kenyataannya mereka mayoritas tidak peduli tentang agama dan hidup dalam materialistik. Sekitar 70.000 dari 120 juta penduduk Jepang adalah pemeluk Islam.

Pulau Kyushu adalah pulau ketiga terbesar di Jepang dengan Fukuoka sebagai pusat kota.

Perjuangan mendirikan mesjid di Fukuoka ini lebih dari 10 tahun lamanya dan menjalani estafet dari muslim-muslim pendatang yang rata-rata adalah pelajar dengan masa tinggal hanya sekitar 3 – 5 tahun. Tahun 1998 adalah KUMSA (Kyushu University Moslem Student Association) pertama kali meluncurkan kampanye proyek mesjid di Fukuoka. Setelah melewati berbagai rintangan mulai dari dana, pencarian lokasi, perijinan dan sebagainya maka pada tanggal 20 Maret 2009 akhirnya muslim di pulau Kyushu, khususnya di kota Fukuoka dapat menikmati shalat jum`at pertama di Mesjid.

Fukuoka Mesjid Al Noor Islamic Culture Center berdiri di atas area 336 m2 dengan luas total bangunan 3 lantai dan basement 672 m2. Dana pendirian masjid berasal dari sumbangan pemerintah arab Saudi dan kantong-kantong muslim dari berbagai negara yang tinggal di pulau Kyushu. Mesjid yang mulai dibangun sejak tahun 2008 ini berdiri dengan indah di lokasi yang cukup strategis di pusat kota.

Suasana haru juga terekam dalam khutbah panjang yang disampaikan oleh Brother Ahmad Maeno, Khatib asli asal Jepang yang mengajak muslim di Fukuoka untuk menjadikan mesjid sebagai pusat pendidikan dan mengenalkan Islam dengan baik dan benar. Khatib mengajak untuk melakukan pendekatan secara bertahap kepada orang Jepang dan menjelaskan 3 poin penting yaitu menjelaskan tauhid, mengajak dg ikhlas dan hikmah sesuai bahasa kaum dalam hal ini orang Jepang, dan mendidik muslimah mualaf yang merupakan bagian terbesar dari mualaf di Jepang lebih dari 90% dan mereka adalah ibu bagi generasi kedua muslim di Jepang.

Suka cita tampak dari wajah ratusan muslim dan muslimah yang hadir saat itu. Muslim menempati lantai 1 dan basement, sedangkan muslimah menempati lantai 2 dan 3 turut mendengarkan materi khutbah. Berbagai cendera mata semakin menambah keceriaan hadirin saat itu. Rasa syukur semakin besar ketika suara adzan diperbolehkan keluar mesjid, padahal sebelumnya ditentang oleh penduduk setempat. Biarkan nama-Mu berkumandang indah, menembus relung-relung hati dan mengetuk untuk kembali kepada-Mu dalam hiruk pikuk materialisme Jepang. Hati semakin tertunduk mendengarkan suara adzan pertama menembus langit di selatan bumi Sakura. (Yayan Sofyan, graduate student of Kyushu University)

sumber: www.eramuslim.com

Zonapikir: Insya Allah kebangkitan Islam untuk yang kedua kalinya akan segera terwujud. Teruskan perjuangan menyebarkan syiar Islam dengan dakwah melalui media apa saja. Tegas, Berani dan Tanpa Kekerasan (bukan iklan kampanye, he.he) Allahuakbar 3x